Pada
tulisan sebelumnya, kita sudah sedikit mengenal Jam Gadang, sebagai ikon Kota
Bukittinggi. Tidak jauh dari lokasi Jam Gadang tersebut, terdapat sebuah
Lapangan yang menjadi alun-alun yang dimiliki oleh Kota Bukittinggi. Untuk
mencapai lokasi ini dari Jam Gadang, hanya memerlukan waktu lebih kurang 5
menit apabila menggunakan kendaraan, tentu saja juga bisa ditempuh dengan
berjalan kaki, apabila mau, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Taman
Jam Gadang. Lapangan ini sebenarnya adalah lapangan asrama kodim 03/04 agam ,
namun orang lebih mengenal lapangan ini dengan sebutan Lapangan Kantin.
Lapangan
Kantin adalah salah satu ruang publik yang terkenal dan sering dikunjungi oleh
masyarakat kota Bukittinggi. Banyak kegiatan, baik itu kegiatan rutin, ataupun
hanya kegiatan sesekali Bukittinggi diadakan di kawasan lapangan ini. Di mulai
dari upacara bendera, festival/konser musik, festival Bukittinggi (lebih
dikenal dengan pedati beberapa tahun yang lalu), kegiatan olahraga (misalnya
basket dan bola), dan juga Shalat Ied diadakan di lapangan ini.
Kegiatan
lain yang banyak dilakukan oleh masyarakat yang berkunjung adalah jogging
mengelilingi lapangan rumput yang terdapat di lapangan kantin. Biasanya jogging
dilakukan pada pagi hari atau sore hari, di hari minggu atau hari libur. Meski
tidak terlalu luas dan udaranya tidak terlalu panas, tetapi satu putaran saja
mengelilingi lapangan ini tetap membuat nafas saya terengah dan lelah, tetapi
justru baik untuk kesehatan. Lapangan kantin mejadi tempat yang tepat untuk
orang suka jogging, olaharaga paling simpel.
Pada
bagian depan lapangan ini, terdapat sebuah ruangan beratap gonjong minang yang
lumayan besar, ruangan ini berbentuk outdoor, tempat ini sering dijadikan
pentas saat konser atau festival Bukittinggi. Di hari biasa, tempat ini sering
digunakan oleh masyarakat Bukittinggi untuk berkumpul komunitas, alumni
sekolah, dengan menjadikannya untuk tempat janjian. Berbagai diskusi banyak
dilakukan orang di tempat ini. Di bagian lain lapangan kantin, biasanya
terdapat pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai jenis makanan untuk di
santap oleh pengunjung. Baik itu pagi hari, siang hari, ataupun malam hari,
akan banyak kita temukan pedagang-pedagang makanan siap saji. Sementara
dibagian lainnya, terdapat sebuah jembatan yang digunakan sebagai pijat
refleksi, jembatan ini diberi nama oleh orang-orang yang berkunjung dengan nama
jembatan refleksi, dahulunya jembatan refleksi sering dikunjungi orang untuk
berjalan dengan kaki telanjang pada jembatan itu, terdapat batu-batuan yang
lumayan runcing, tetapi tidak membuat luka yang digunakan orang untuk pijat
refleksi.
Lapangan
kantin adalah tempat yang bisa dikunjungi sendirian, dengan teman, keluarga,
atau bahkan pacar dengan menyaksikan hiruk pikuk masyarakat Bukitttinggi di
salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat sekitar.
30 hari Bukittinggi ku bercerita,
ruang
publik
Lapangan
kantin, Bukittinggi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar