Jumat, Juni 06, 2014

Analogi hidup. Hidup itu kayak naik bus

Hidup itu kayak naik bus, kita naik bus yang sama di tempat yang sama tapi kita punya tujuan masing-masing, ada kalanya tujuan kita sama, bisa juga tujuan kita berbeda-beda..

Hidup itu kayak naik bus, kita naik bus berbeda di tempat yang berbeda, ketemunya di satu tujuan yang sama..

Hidup itu kayak naik bus, kita naik dengan orang-orang yang kita pilih menemani perjalanan, semula tujuan kita sama, tapi di tengah jalan ada yang gak cocok sama busnya lalu ia turun di tengah jalan padahal belum sampai ke tujuan. Adakalanya kita ikut turun, dan ada juga kita memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan, membiarkan rekan seperjalanan kita turun..

Hidup itu kayak naik bus, kita naik untuk satu tujuan, ditengah jalan bisa ada gangguan-gangguan. Ada kalanya kita memilih untuk meninggalkan bus itu dan mencari bus baru yang akan mengantarkan ke tempat tujuan. Ada juga kalanya kita tetap diam menunggu bus tersebut kembali jalan dan entah kapan..

Hidup itu kayak naik bus, kadang kita suka milih-milih bus padahal tujuan sama, kita menunggu bus yang cocok dan pada akhirnya bus yang kita cari tak kunjung datang. kemudian mungkin kita akan menyesal..

Hidup itu kayak naik bus, kadang kita terburu-buru naik bus yang ada di depan mata, tanpa melihat bahwa ada banyak bus lain di belakang yang bisa kita pilih-pilih untuk dinaiki, yang lebih nyaman dan aman, tapi kita lebih takut ketinggalan bus ke tempat tujuan dan memilih bus yang salah. Sehingga kita mungkin juga akan menyesal..

Hidup itu kayak naik bus, semula bus itu terlihat tidak layak dinaiki, seiring waktu berjalan bus itu mulai terasa nyaman. Ataupun sebaliknya, semula bus itu terlihat nyaman, tapi ternyata di dalam tidak seperti yang terlihat di luar.

ya itulah hidup, seperti naik bus. selalu banyak cara, selalu banyak pilihan, tentu saja ada konsekuensi masing-masing dari pilihan tersebut. Bisa tidak nya kita terima tergantung kita. sampai tidaknya, tergantung kita juga, apakah kita tahan dengan segala yang kita temui di perjalanan? Jika kita tahan, mungkin saja apa yang kita dapatkan di tempat tujuan itu sesuai dengan apa yang kita korbankan. Jika tidak kita mungkin tidak akan pernah sampai ke tempat yang ingin kita tuju, dan akan terus menyesal. Kembali lagi, pilihan ada di tangan kita, bisa saja kita memercayai diri kita sendiri, atau memercayai teman yang mungkin bisa di andalkan tapi tetap tidak pernah ada yang tau hasilnya. Karena itu kita tetap harus memilih pilihan yang tak kan membuat kita menyesalinya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar