Jumat, Agustus 01, 2014

LEBARAN

Selamat pagi~
sebelum euphoria lebaran tahun ini perlahan menghilang, saya Ihsanul Mahardika mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1435 H mohon maaf lahir, bathin, jiwa, dan raga. Mari memulai kembali dari 0, kembali fitrah, dan melupakan yang telah berlalu. Ya meski pada praktiknya itu sulit dan tidak semua orang bisa. Tapi di hari yang fitri inilah kita diberikan kesempatan.

Lebaran tahun ini ada yang berbeda dari lebaran-lebaran tahun sebelumnya. Pertama,  tahun ini saya melaksanakan salat Ied di Padang, setelah beberapa tahun belakang saya melaksanakannya di Bukittinggi, padang yang sebenarnya kampung saya, kampung orang tua perempuan saya, tapi bagi saya pribadi kampung halaman saya tetap Bukittinggi, tempat saya tumbuh dan dibesarkan dari TK sampai saya SMA, hanya kuliah yang membuat saya kembali harus ke Padang. Kami sekeluarga melaksanakan salat di lapangan Imam Bonjol Padang. Biasanya salat Ied di lapangan selalu ramai, pengalaman saat saya salat Ied di Lapangan Kantin Bukittinggi, tapi di Imam Bonjol kemarin tidak terlalu ramai bahkan saf laki-laki tidak terisi penuh, mungkin karna adanya beberapa yang salat Ied di mesjid besar yang baru di bangun (saya lupa nama mesjidnya-red). Kedua, setelah melaksanakan Salat Ied, saya mendapatkan kabar duka bahwa adik opa (kakek saya dari orang tua laki-laki) meninggal dunia pada subuh di hari yang fitri itu. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Ma'e, Mandeh, Ci'ani, begitulah Beliau di panggil oleh anak, cucu, bahkan cicitnya. Nenek yang sangat sayang kepada cucunya bahkan kami, telah tiada. Setiap lebaran Idul Fitri, biasanya kami sekeluarga selalu kesana dan mandeh selalu terlihat sehat untuk orang yang usianya sudah renta (Umur Mandeh ketika di panggil memasuki 92 tahun) saat salam pasti semua selalu dicium oleh mandeh, tidak peduli umurnya sudah berapa, bahkan ayah saya, saya pun setiap salam harus tidak terlewatkan di cium oleh mandeh, mandeh yang penyayang, mandeh yang di panggil dalam keadaan sehat tidak ada sakit, hanya pada hari sebelum di panggil beliau terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit, tapi pada pukul 3 subuh masih bersenda gurau dengan para suster di rumah sakit, dan pada subuh pukul 6, saat akan dibangunkan salat subuh beliau tidak mau bangun, ternyata beliau telah meninggal dunia. Beliau meninggal dengan wajah yang tenang dan bersih, serta saya melihat sedikit senyum di hari yang benar-benar fitri ini.

Setiap yang bernyawa pasti di panggil, kita hanya akan menunggu kapan saat kita di panggil. Sesungguhnya nyawa ini adalah kepunyaanNya, dan padaNya lah kita harus kembali. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat Jalan Mandeh kami, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah, Surga telah menantimu :')
Sekian postingan lebaran saya, meski ada kabar duka, tetapi tetap bahagia bisa menyambut lebaran tahun ini, semoga kita semua masih diberikan kesempatan untuk ketemu ramadhan dan lebaran pada beberapa tahun lagi, sampai kita juga di panggil ke pangkuanNya.

PS : semoga lekas sembuh yang sedang terjangkit demam lebaran seperti saya XD


Ini di kasih bonus foto lebaran XDb