Rabu, Juli 09, 2014

Absurd

Hari ini, tepatnya 9 Juli 2014, Indonesia baru saja menyelesaikan pesta demokrasi 5 tahunan yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan memimpin negri Ibu Pertiwi ini dalam 5 tahun ke depan. Quick Count dari berbagai sumberpun sudah banyak bermunculan, namun keputusan resmi dari KPU baru akan ditentukan pada 22 Juli nanti. Mau mas bowo ataupun mas joko yang nantinya memenangkan pertarungan ini, yang penting saya sudah ikut andil dengan mencoblos salah satu mereka dan tidak golput. saya telah menggunakan hak suara pertama yang saya dapatkan seumur hidup saya. Rasanya baru pertama kali nyoblos pemilihan presiden itu deg-degan dan juga ada rasa bangga karna saya telah diakui sebagai bangsa Indonesia secara utuh. Buat bapak-bapak yang terpilih nanti jalankan amanah yang telah kami berikan ini dengan sebaik-baiknya, jangan korupsi, tegakkan keadilan seadil-adilnya tanpa memandang status dan kelas sosial, semoga bisa mengharumkan nama Indonesia dalam segala aspek di kancah Internasional. Tentu saja kita bersama-sama tapi Andalah yang akan panutan dan yang akan menuntun kami dalam melangkah demi Indonesia tercinta ini.

bertepatan dengan pesta demokrasi, kali ini juga sedang terselenggara perhelatan persepakbolaan dunia terbesar atau yang kita kenal dengan Viva World Cup. Piala dunia kali ini menorehkan banyak sejarah baru, bagi brazil khususnya, ditelanjangi pada babak semi final oleh Jerman, dengan skor terbaru semi final dalam sejarah piala dunia, katanya ._., yaitu skor 7 - 1 untuk kemenangan Jerman. Bukan hanya itu, banyak negara-negara yang di gadang-gadang pada setiap piala dunia, gagal masuk 16 besar, seperti Italia, Inggris, Spanyol, Jepang, dan Portugal. Begitulah yang saya amati, setidaknya dari kaca mata saya yang bukan orang penikmat olahraga sepak bola. Roda itu berputar, begitulah kesimpulan saya pada piala dunia kali ini, kita lihat dari spanyol yang merupakan juara piala dunia 4 tahun silam, harus pulang kampung lebih dulu dan gagal masuk 16 besar. Begitu juga Brazil yang pada perhelatan semacam ini selalu tampil bagus harus menuai kekalahan terbesar dalam sejarah mereka. 
Sekali lagi, begitulah hasil pengamatan orang awam sepak bola seperti saya. saya hanya mengamati dan mungkin menikmati~

Bicara soal mengamati, mengamati memiliki sinonim melihat, bisa saja dari jauh, bisa saja dengan tanpa berpartisipasi. Ada orang mengamati sambil berpartisipasi lalu mereka menikmatinya. Ada juga yang kekadang entah kenapa selalu jadi pengamat, tanpa ingin berpartisipasi lebih jauh. Bukan berarti tidak mau, tapi selalu ada penghalang baik internal maupun eksternal dalam diri mereka sendiri. Entah hanya diri sendiri yang menciptakan penghalang itu. atau karna tidak memiliki keberanian, keberanian yang seperti beberapa orang lain punya. entahlah... Yang terpenting sekarang hanya bagaimana menjalaninya sesuai yang kita bisa. Jika hanya ingin mengamati tanpa partisipasi, tapi mungkin itu bisa membuat kita menikmati hidup, kenapa tidak? atau kita bisa mengamati dan berpartisipasi, dan akhirnya menikmati hidup dan merasa benar-benar hidup? Pilihan~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar