Rabu, Januari 07, 2015

Resensi Buku - The Silk Worm








Judul                :         The SilkWorm (Ulat Sutra)
Pengarang            :           Robert Galbraith
Tebal                    :           536 Halaman
Penerbit                :           PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa         :            Siska Yuanita
Harga                   :            Rp 119.000







The Silkworm merupakan kelanjutan kisah dari detektif partikelir, Cormoran Strike, bersama asistennya Robbin Ellacott dalam kisah sebelumnya, The Cuckoo's Calling. Cerita yang berhasil membuat para penggemar cerita detektif dan misteri, termasuk saya, tergiur untuk membaca buku ini. Kedua buku ini merupakan buah karya dari Robert Galbraith yang merupakan nama pena dari JK Rowling, pengarang serial Harry Potter, yang telah terkenal di seantaro dunia.

Setelah namanya mencuat ke permukaan dan membuat malu kepolisian London dalam memecahkan kasus pembunuhan seorang super model, Lula Landry, dimana kasus yang awalnya oleh kepolisian di anggap sebagai bunuh diri ternyata merupakan pembunuhan yang kejam dan sadis. Cormoran Strike menjadi terkenal dan banyak dibicarakan masyarakat London. Berbagai klient dari beberapa kalangan mendatanginya untuk meminta bantuan memecahkan kasus yang mereka alami. Di mulai kasus yang tergolong mudah sampai yang pelik berdatangan kepada Cormoran Strike.

Suatu ketika seorang wanita bernama Leonara Quine mendatangi kantor strike untuk meminta pertolongan mencari suaminya, Owen Quine, yang sudah 10 hari menghilang. Owen Quine merupakan seorang penulis yang terkenal nyentrik dan gemar mencari perhatian dan masalah. Menurut Leonara, Owen hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari, seperti yang sering dilakukannya. Ia pernah mendengar bahwa suaminya ada di tempat retret penulis, dan meminta Strike untuk menemukan tempat tersebut, karna agen Owen tidak mau memberitahukan dimana lokasi retret itu kepada leonara. Tanpa pikir panjang Strike menerima kasus dari klient barunya tersebut. Meskipun Ia tidak yakin Leonara akan sanggup membayar jasanya, tetapi Ia merasakan kasus ini berbeda dari kasus-kasus yang berdatangan yang sebagian besar hanya penguntitan terhadap seseorang atau dugaan perselingkuhan. karena itu Ia menerima kasus ini, dengan firasat bahwa kasus ini tidak sesederhana perkiraannya.

Dalam penyelidakan dan pencarian Owen, Strike menemukan bahwa kasus ini sangat rumit. Melalui orang-orang yang berhubungan dengan Owen, Ia mengetahui bahwa Owen tengah selesai menulis sebuah buku, dimana di dalam buku tersebut Ia telah menghina dan menghujat banyak orang, bahkan membeberkan aib beberapa orang yang Ia kenal. Itu berarti banyak orang yang dendam pada Owen dan ingin buku itu lenyap tanpa pernah diterbitkan.

Buku Owen tersebut berjudul Bombyx Mori, yang merupakan bahasa Latin dari Ulat Sutra. Di dalam buku ini digambarkan tokoh-tokoh yang tidak masuk akal dengan nama-nama aneh dan memiliki kebiasaan menjijikkan. Diketahui bahwa tokoh-tokoh dalam buku tersebut secara simbolik merupakan gambaran dari beberapa orang yang di kenal Owen, serta tokoh utama dirinya sendiri. Beberapa orang yang di sindir Owen dalam bukunya antara lain : Ellizabeth Tassel, Jerry Waldegrave, Daniel Chard, Michael Fancourt, bahkan istrinya sendiri Leonara Quine, selingkuhannya Kathryn Kent dan anak asuh Kent, Pippa, tidak luput di sindir oleh Owen dalam Bombyx Mori. Naskah dari buku tersebut telah tersebar dan di baca beberapa orang, termasuk Strike ketika melakukakan penyelidikan. Ia mendapat naskah tersebut dari seorang wanita yang bekerja di penerbitan, Nina. Nina sendiri banyak membantu Strike dalam mengumpulkan informasi-informasi yang diperlukan dalam pencarian Owen Quine.

Setelah beberapa hari melakukan pencarian terhadap Owen, mengantarkan Strike ke sebuah rumah besar yang dimiliki oleh tiga orang, Owen Quine dan Michael Fancourt serta Ellizabeth Tassel. Rumah ini merupakan warisan dari sahabat mereka, Joe North, yang meninggal ketika dia masih muda dahulu. setelah Joe meninggal hubungan ketiga orang ini renggang sampai sekarang. Dan rumah tersebut tidak pernah ditinggali oleh ketiga orang tersebut dan salah satunya, Fancourt, tidak merelakan rumah itu di jual. Ternyata di dalam rumah tersebut ditemukan Owen dalam keadaan tidak bernyawa dengan bukti telah di bunuh secara brutal dan keji oleh seseorang. Dengan usus yang hilang dan bekas-bekas di aniaya sekujur tubuh, bahkan pada tubuhnya disiram zat asam, yang belakangan diketahui sudah dari dulu ada di rumah itu, untuk mengaburkan penyelidikan. Yang mengejutkan adalah suasana dan cara Owen di bunuh sangat mirip dengan buku yang telah Ia tulis, Bombyx Mori. Dalam buku tersebut tokoh utama yang merupakan Owen sendiri di bunuh secara kejam dan brutal persis sama dengan keadaan kematian Owen sendiri ketika ditemukan. Otomatis para tokoh yang disindir owen dalam bukunya di jadikan tersangka dalam kasus ini. Dari penyelidikan kepolisian didapatkan bukti-bukti yang mengarahkan ke pelaku yaitu istri Owen sendiri, Leonara Quine, di tambah lagi banyak hal yang bisa menjadi motif Leonara untuk membunuh suaminya. Tetapi Owen meragukan dan menentang dugaan kepolisian tersebut dan menyelidiki sendiri pelakunya untuk membebaskan Leonara dari dugaan kepolisian. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh yang sadis dan keji, pembunuhan di rancang dengan begitu biadabnya, serta melemparkan kesalahan ke pada orang lain.

Siapa pelaku sebenarnya dalam kasus ini? dan apa yang menjadi motifnya untuk melakukan pembunuhan yang keji? semuanya dijelaskan dalam buku ini secara mengejutkan dan tak terduga, serta penjabaran teori secara detail. Sebenarnya jika diperhatikan baik-baik, Galbraith sendiri telah memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah ke si pelaku, hanya saja di rancang sedemikian rupa sehingga membuat pembaca tetap banyak spekulasi- dan bertanya-tanya tentang siapa pelakunya.


Seperti buku sebelumnya, The Cuckoo's Calling yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Dekut Burung Kukuk, Buku ini juga di rancang sedemikian rupa dengan kasus yang rumit dan menegangkan serta akhir yang mengejutkan. Membuat para pencinta misteri semakin tergila-gila dengan detektif Cormoran Strike serta asistennya Robbin Ellacot ini. Cerita ini memberikan pengetahuan lebih dalam terutama dalam bidang kriminal. Membuat kita tahu bahwa kriminal bisa terjadi dalam situasi dan keadaan apapun, termasuk dalam kehidupan penulis yang di ceritakan dalam buku The Silk Worm ini.

Tidak hanya tentang kasus, dalam buku ini juga diceritakan tentang kehidupan pribadi tokoh-tokoh utama. Seperti tentang percintaan Strike yang belum bisa melupakan mantan pacarnya, yang telah berkali-kali putus nyambung, Charlotta. Serta hubungan Robbin dengan tunangannya Matthew yang tidak berjalan mulus lantaran Matthew cemburu tanpa sebab kepada Strike. Para tokoh utama juga di gali secara mendalam, tetapi tetap tidak mengganggu jalannya cerita utama.

Novel ini sangat layak di baca oleh semua orang dalam kategori dewasa. Cerita yang rumit dan pembunuhan sadis dan kejam serta sebagian cerita yang mengarah ke seks, membuat cerita ini tidak pantas di baca oleh anak-anak di bawah umur. Terutama novel ini direkomendasikan sebagai bahan bacaan wajib untuk jiwa-jiwa yang haus misteri, karna akan menyelamatkan hati mereka. Jika ingin mengobati kerinduan terhadap cerita Holmes atau cerita-cerita karangan Agatha Christie dan pengarang cerita misteri lainnya. Maka buku Robert Galbraith ini adalah jawaban yang tepat! Semoga tetap berlanjut sampai kisah-kisah mendebarkan lainnya. Selamat Membaca!


The Silkworm adalah kisah kriminal yang menawan!~XD

Rabu, Desember 31, 2014

2014 moment

Tanpa terasa kita sudah berada di ujung akhir 2014, kurang dari 24 jam lagi, kita semua akan meninggalkan tahun ini, berangkat menuju tahun yang baru, tahun 2015, yang akan memiliki cerita baru sebagai lanjutan dari hidup yang telah kita jalani sebelumnya. Suka tidak suka harus suka, mau tidak mau harus mau, kita akan segera move on dari 2014 ke 2015.

Sebelum 2014 ini benar-benar berakhir, saya ingin sedikit me review apa-apa saja yang sudah mengisi hidup saya di 2014 ini? Momen-momen apa saja yang telah terjadi 2014? Dari sekian banyak moment-moment di tahun ini, berikut beberapa best moment yang unforgettable dan memorble bagi saya. let cekidot!! 

1. First time naik kereta api di Padang (Hutan Unand- Kota Padang-Pariaman) - Maret 2014

Berawal dari keinginan untuk mencari kursus bahasa inggris di kota untuk mempertajam dan mengasah kemampuan bahasa Inggris secara baik #apeu. Saya dan tiga teman saya satu jurusan manajemen, sebut saja namanya Argo, Nanda, dan Yoga (nama asli) pergi ke Kota dengan mengendarai 2 motor untuk mencari tempat kursus tersebut. Ketika itu saya sedang menghadapi ujian mid semester 4 yang entah ujian apa dan hari ke berapa. Setelah melaksanakan ujian, kami langsung pergi kekota de tengah hujan gerimis yang mengguyur. Kami melewati jalan melalui stasiun kereta api Padang yang terletak di kawasan Sawahan. Di dalam perjalanan melewati stasiun tersebut terbesit di dalam hati saya untuk naik kereta api (saya belum pernah naik kereta api di padang-red), ide itu saya sampaikan kepada teman saya, dan mereka juga ternyata terlintas pikiran yang serupa. Tanpa pikir panjang lagi setelah pergi ketempat tujuan semula, mencari kursus bahasa inggris, kami langsung menuju stasiun kereta api dan memesan tiket lalu dimulailah perjalanan perdana kami mengunakan kereta api ke Kota Pariaman. Setelah sampai di stasiun hujan semakin lebat mengguyur kota Padang, dan perjalanan ini sekaligus untuk berteduh dari hujan. Meski kami tidak sempat bermain di kota Pariaman dan hanya pergi menumpang salat Ashar di mesjid Pariaman lalu langsung pulang karna mengejar kereta jam 4, di tambah lagi kondisi hujan yang mengguyur, tetapi lumayan merefresh otak kami yang kala itu sedang menghadapi badai UTS.  Naik kereta api ini merupakan ide spontan yang tidak direncakan sebelumnya. begitulah cerita ringkas dari kejadian best moment pertama di 2014. Kenapa best moment, karna spontan dan tidak terencana #apeu dan juga ini merupakan perjalanan pertama menggunakan kereta api di padang. 


2. Jalan-jalan Setelah UTS berakhir (Padang-Maninjau-Bukittinggi-Padang Panjang) - April 2014

Nah kalau yang ini jalan-jalan setelah UTS berakhir, juga semi spontan. Apa itu semi spontan? Ide ini terlintas sehari sebelum jalan-jalan dan tidak terencana jauh-jauh hari dan orang-orang yang ikut tidak ditentukan sebelumnya. pergi dengan menggunakan 1 mobil sewaan dengan 8 orang termasuk saya. kedelapan orang terdiri dari 4 cewek dan 4 cowok. kita sebut kedelapan orang itu dengan nama Ihsan, Iboo, Imaad, Dayat, Ayii, Jelly, Vivi, dan Iwis (yang ini juga nama asli). Perjalanan di mulai dari pagi jam 8, dengan tujuan puncak lawang melewati tempat yang saya lupa karna sudah 8 bulan berlalu semenjak hari itu. Sesampai di Puncak Lawang, pemandangan indah sedikit tertutup kabut dan udaranya sedikit dingin. Sekitar 2 jam kami habiskan disana, untuk sekadar mengisi perut dan kebutuhan foto-foto selfie. Lalu kami melanjutkan perjalanan Ke Bukittinggi, di Bukittinggi kami mendapati cuaca yang mendung dan berawan, matahari ketika itu tidak mau menyambut kedatangan kami, dan hujan pun turun setitik demi setitik yang biasa di sebut rinai (entah ini bahasa Indonesia atau hanya bahasa minang-red). Setelah berjalan-jalan ria di Bukittinggi selama beberapa waktu, kami memutuskan untuk kembali ke Padang melewati Padang Panjang, nah di Padang Panjang kami berhenti untuk mengisi perut yang kelaparan di sebuah kedai ampera di dalam pasar padang panjang. Padang Panjang magrib menjelang malam itu di guyur hujan, meski tidak terlalu lebat. Setelah kenyang menyantap makanan yang rasanya lumayan, kami memutuskan malanjutkan perjalanan kembali ke kota Padang, semula kami bermaksud melewati silayiang, tetapi karna hujan yang mengguyur menyebabkan silayiang longsor dan berbahaya jika dilewati, kami memutuskan untuk memutar arah melewati solok dan sampai kembali di Padang sekitar 3 jam lebih perjalanan. Begitulah hari yang indah itu berakhir~

                                       


3. Jalan-jalan memanfaatkan libur kalender merah (Padang-Bukittinggi-Padang Panjang) - Mei 2014

sesuai judulnya, moment kali ini merupakan jalan-jalan untuk memanfaatkan hari libur karna kalender merah. Kalau tidak salah waktu itu minggu-minggu akhir kuliah. Dalam satu minggu itu ada 3 buah tanggal merah, dan hari lainnya kita sebut harpitnas. Tanggal merah pada minggu itu hari selasa, kamis, dan sabtu, Seingat saya. Dan hari jumat saya memang tidak ada jadwal di semester 4 tersebut. Kali ini merupakan jalan-jalan paling lama rentang waktunya, kami memanfaatkan 4 hari liburan. Berangkat dari Padang pada hari rabu setelah selesai kuliah Akmen yang saya ingat jelas. Dengan dua motor saya dan 3 teman lainnya berangkat ke Bukittinggi, sampai sekitar malam, dan kami menginap di rumah salah satu teman. Paginya kami melakukan maraton menyusuri janjang seribu menuju janjang koto gadang. Tidak lupa foto-foto karna pemandangan lumayan indah. Besoknya kami mengunjungi kebun binatang dan malamnya ke Jam Gadang serta berkarauke ria. Sabtu pagi yang mendung dan sedikit gerimis kami berangkat ke Mifan yang terletak di Padang Panjang, dan menghabiskan waktu seharian berenang dan menikmati wahana yang ada disana sampai sore pukul 5. Di Mifan personil kami bertambah 3 orang dari teman jurusan lain. Minggu siang kami kembali ke Padang untuk melaksanakan perkuliahan kembali. Dan begitulah liburan singkat tanggal merah berakhir ~ XD

                                     

                                     

                                     

4. MGTS (Manajemen Goes To School) - November 2014

Dari 4 buah best moment selama 2014, ini satu-satunya moment yang tidak berupa jalan-jalan. Moment kali ini merupakan Rangkaian acara Jurusan Manajemen. Pada acara ini dilakukan try out SNMPTN untuk daun muda- daun muda SMA se kota Padang. Dan saya merupakan salah satu panitia pada acara ini. sedikit informasi, selama saya kuliah di Manajemen selama 5 semseter, ini kali pertamanya saya menjadi panitia dalam acara yang diadakan oleh Manajemen. Bukan berarti selama ini saya tidak mau, hanya saja selama ini saya hanya senang mengamati dan mendukung dari jauh hehehe..
Acaranya menyenangkan, bisa melihat daun muda XD dan sukses!
Terima kasih adek-adek SMA dan terima kasih panitia !!!
        

                                     

Begitulah 2014 ini berakhir~ meski ada hal sedih, tapi yang bahagia lebih banyak~ XD



Welcome 2015!!! Semoga jadi tahun yang indah!